TULANG BAWANG – Pemerintah Kabupaten Tulang Bawang menggelar Sosialisasi dan Pembukaan Rekening Simpanan Pelajar (SIMPEL) di Ruang Rapat Lantai II Kantor Pemerintah Kabupaten Tulang Bawang, Kamis (13/8/2026).
Kegiatan tersebut menghadirkan narasumber dari Otoritas Jasa Keuangan (OJK), Bank Syariah Indonesia (BSI), serta Ketua TP-PKK Kabupaten Tulang Bawang, Herlinawati Qudrotul.
Turut hadir perwakilan DPMPK Tulang Bawang, Dinas Koperasi, Perindustrian dan Perdagangan (Koperindag) Tulang Bawang, Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Tulang Bawang, Badan Keuangan Daerah (BKD), serta para siswa SMP se-Kecamatan Tulang Bawang.
Dalam sambutannya, Herlinawati menekankan pentingnya peran keluarga dalam mendampingi dan melindungi anak di tengah perkembangan teknologi dan era digital. Ia menyampaikan empat poin utama yang perlu menjadi perhatian bersama dalam perlindungan anak.
Pertama, keluarga harus mampu melindungi anak-anak dari sisi negatif dunia digital.
Kedua, pentingnya membangun etika digital. Herlinawati mengingatkan agar anak-anak tetap mengedepankan sopan santun dalam berkomunikasi, berkomentar, maupun membagikan informasi di media digital.
"Kita harus menanamkan karakter sopan santun yang merupakan khas masyarakat Lampung dalam berkomentar dan berbagi informasi. Jangan sampai adik-adik membuat berita-berita yang merugikan, berita hoaks, fitnah, dan sebagainya," ujarnya.
Ketiga, membangun budaya digital yang tetap berlandaskan wawasan kebangsaan. Menurutnya, penggunaan teknologi harus tetap berpedoman pada nilai-nilai Pancasila dan Bhinneka Tunggal Ika.
"Saat berinteraksi di internet, kita menerapkan nilai-nilai Pancasila dan Bhinneka Tunggal Ika agar identitas lokal tetap terjaga di tengah arus globalisasi," katanya.
Keempat, menjadikan keluarga sebagai madrasah literasi bagi anak. Menurut Herlinawati, pendidikan dan pendampingan literasi digital harus dimulai dari lingkungan keluarga.
"Literasi digital ini dimulai dari meja makan dan ruang tamu rumah kita. Saya berpesan kepada ibu-ibu di seluruh Kabupaten Tulang Bawang, kita harus menjadi pendamping digital bagi anak-anak kita. Jangan biarkan handphone menggantikan kehadiran kita," pesannya.
Herlinawati juga menyoroti dampak penggunaan gawai secara berlebihan terhadap anak. Ia mengingatkan para orang tua agar tidak membiarkan anak terlalu lama menggunakan telepon seluler tanpa pendampingan.
"Ada anak usia satu tahun pegang HP berjam-jam. Anak usia 4–5 tahun minusnya sampai 10. Ini dampak dari kita membiarkan," ungkapnya.
Di sisi lain, Herlinawati berharap perkembangan digital dapat dimanfaatkan untuk mendorong kemajuan ekonomi dan pelayanan publik di Kabupaten Tulang Bawang.
"Saya bermimpi bagaimana petani bisa memasarkan hasil buminya lewat aplikasi. Pelayanan publik juga bisa cepat dan transparan melalui sistem digital," ujarnya.
Pada kesempatan tersebut, Herlinawati turut mengapresiasi program Rekening SIMPEL sebagai salah satu upaya menanamkan budaya menabung sejak dini kepada para pelajar.
Ia berharap sinergi antara pemerintah daerah, lembaga keuangan, OJK, sekolah, dan keluarga dapat meningkatkan indeks literasi serta inklusi keuangan di Kabupaten Tulang Bawang pada tahun 2026.
"Ini bukan hanya tugas Bunda Keuangan saja, tapi tugas kita bersama," tandasnya.
